Contoh Proposal usaha Bola Ubi Coklat Lumer

Dalam sebuah usaha yang akan kita rintis, seringkali kita butuh melakukan usaha agar bisa berkembang lebih cepat. Agar sebuah usaha bisa maju dan berkembang pesat, salah satunya bisa dilakukan kerja sama dengan pihak lain. contohnya adalah bekerja sama dengan investor untuk menanamkan modalnya untuk perluasan bisnis usaha yang sedang kita rintis. Apabila hal itu ingin kita lakukan maka langkah yang pertama adalah mengajukan proposal usaha dan bisnis kepada pihak tersebut. 

latar belakang bola ubi ungu, proposal bola ubi ungu coklat scribd, proposal ubi ungu, contoh proposal usaha ubi jalar, sejarah bola ubi coklat, keunggulan produk bola bola ubi, bola ubi lumer, laporan tentang cara pembuatan bola-bola ubi,

Berikut adalah contoh proposal usaha bola Ubi Coklat Lumer yang bisa dijadikan referensi bagi rekan rekan dalam membangun usahanya. 

Contoh Proposal usaha Bola Ubi Coklat Lumer “Barokah”

B. Profil dan tujuan

Profil

Barokah merupakan salah satu brand dari cemilan yang dikembangkan makanan tradisional bahan baku ubi. Produk ini merupakan inovasi baru yang nantinya akan dikembangkan lebih lanjut terkait variasi rasa dan lain sebagainya. Makanan ini nantinya akan memiliki target di berbagai kalangan untuk menu cemilan di kala menikmati waktu luang.

Tujuan

Tujuan usaha makanan Bola Ubi Coklat Lumer ini tidak lain adalah menawarkan sesuatu yang baru di bidang bisnis makanan. Dengan membuka usaha ini, maka secara tidak langsung mengurangi jumlah pengangguran yang sangat mengganggu perekonomian kita. Sedangkan Tujuan lainnya adalah untuk menjaga agar makanan tradisional tidak hilang karena pengaruh makanan modern yang serba praktis namun sangat rawan akan sumber penyakit. 

C. Pemasaran

Segmentasi

Dalam segmentasi pasar ini, usaha makanan ini memiliki target pembeli yang ingin dicapai. Sebisa mungkin, produk yang dikeluarkan nanti dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Adapun segmentasi target pasar dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Target pasar

Target pasar yang akan dibidik oleh usaha makanan ini utamanya adalah masyarakat di sekitar usaha ini nantinya berdiri, sekolahan hingga warung-warung kecil.

Positioning

Positioning dalam bisnis diperlukan agar peminat pasar tidak bosan dan tentunya disesuaikan dengan keinginan pasar. Inovasi yang akan dilakukan kedepan berupa menambahkan bahan baku baru untuk membedakan antara produk makanan ini dengan yang lainnya. Kedepan juga akan ditambah lagi variasi rasa ataupun topping-nya.

Contohnya disini dengan menambah variasi isi keju, coklat kacang, green tea, dan sejenisnya agar terlihat unik. Selain unik, variasi rasa tersebut akan membuat para konsumen mudah mengenali produk Barokah ini.

D. Analisis SWOT

Strength (kekuatan)

Dengan menggunakan bahan yang mudah dicari dan menjadi salah satu makanan pengganti karbohidrat, ada keyakinan yang tinggi bahwa produk ini nantinya akan diterima oleh masyarakat. Kualitas produk yang dihasilkan juga tinggi dengan adanya kandungan nutrisi yang beragam di dalamnya.

Weakness (kelemahan)

Kelemahan dari produk ini adalah tidak dapat bertahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet apapun. Produk ini hanya akan bertahan 1-2 kali setelah masa produksi massal dilakukan. Setelah melewati masa itu, produk akan terasa berbeda jika dikonsumsi.

Disisi lain, bahan baku yang digunakan terkadang tidak stabil pada musim tertentu dan hal tersebut akan mempengaruhi produksi. Konsep yang sederhana dan menggunakan bahan baku yang tidak terlalu banyak ini membuat produk ini rentan akan banyak tiruannya.

Opportunity (peluang)

Terkait dengna peluang pemasaran produk, dapat dikatakan bahwa secara umum produk ini sudah beredar di pasaran. Namun, yang beredar di pasaran merupakan yang biasa dan tidak memiliki ciri khasnya. Berbeda dengan Barokah yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik dan berbeda dengan yang lainnya.

Baru sedikit orang yang memanfaatkan bahan baku tradisional ini untuk diolah menjadi camilan yang sehat dengan harga terjangkau. Oleh karena itulah peluangnya dapat dikatakan besar di sektor makanan, mengingat sebagian orang Indonesia menyukai aneka camilan dengan beragam variasi.

Threat (ancaman)

Ketika membuka usaha di bidang makanan, maka tidak menutup kemungkinan akan ada ancaman yang menanti. Begitu juga ancaman produk ini, beberapa diantaranya bisa saja muncul kompetitor baru yang bersaing secara tidak sehat.

Ancaman dari segi bahan baku yang dapat naik drastis ketika bukan musim panen atau banyak petani yang mengalami gagal panen. Munculnya kompetitor baru yang menjual dengan harga yang lebih murah yang memiliki kualitas tidak jauh berbeda dengan produk ini.

E. Manajemen produksi

1. Kegiatan produksi

Kegiatan awal produksi adalah mulai mengembangkan ide untuk kedepannya serta terjun ke lapangan untuk mengetahui produk seperti apa yang diinginkan oleh konsumen.

Mencari dan menentukan bahan baku sebagai penunjang bahan utama dengan cara melakukan survei langsung ke lapangan. Dalam hal ini, tentunya mencari bahan yang mudah ditemukan dengan harga yang bersaing.

Proses produksi dilakukan dengan menerapkan asas produksi yang higienis, berkualitas agar mendapatkan kepercayaan dari konsumen.

Melakukan pencatatan keuangan dengan baik, mulai dari pemasukan dana hingga pengeluaran dana secara rinci dalam setiap hari, bulan, dan tahunnya.

2. Penggunaan bahan baku

Ubi Jalar = 15 kg x @2.000 = Rp30.000,00

Tepung Tapioka = 3,5 kg x @6.000 = Rp21.000,00

Gula Merah = 1 kg x @15.000 = Rp15.000,00

Kacang = 1 kg x @20.000 = Rp20.000,00

Garam = 1 pcs x @1.500 = Rp1.500,00

Batang Coklat = 5 pcs x @15.000 = Rp75.000,00

Ceres = 5 pcs x @5.000 = Rp7.500,00

Total = Rp170.000,00

3. Daftar peralatan yang dibutuhkan

Nampan 1 pcs

Gelas ukur 1 pcs

Baskom besar 1 pcs

Pisau 2 pcs

Panci 2 pcs

Wajan 1 pcs

4. Daftar perlengkapan lain

Label = 5 lembar x @5.000 = Rp25.000,00

Sarung Tangan Plastik = 2 pcs x @2.500 = Rp5.000,00

Cup Plastik = 5 pack x @7.500 = Rp37.500,00

Total = Rp67.500,00

5. Biaya operasional

Transportasi = Rp50.000,00

Gas = Rp20.000,00

Total = Rp70.000,00

6. Proses pembuatan

Untuk proses pembuatan Usaha Bola Ubi Coklat Lumer ini perlu dipersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti 

  • Mulai mengupas ubi, cuci hingga bersih, kemudian kukus hingga teksturnya lunak.
  • Pindahkan ubi ke wadah berukuran besar, tumbuk sampai benar-benar halus merata.
  • Tambahkan bumbu seperti garam dan bahan lain seperti tepung tapioka. Campurkan hingga merata.
  • Ambil adonan sekitar 1 sendok atau secukupnya, pipihkan adonan dan masukkan gula merah atau coklat atau isian lain sesuai selera. Bentuk menjadi bulat sempurna.
  • Lakukan langkah sebelumnya sampai adonan habis.
  • Siapkan wajan dan tuangkan minyak secukupnya, gunakan api sedang untuk menggorengnya. Angkat jika sudah berwarna kecoklatan atau kuning keemasan.
  • Sajikan dengan berbagai macam topping.

F. Rencana anggaran

Estimasi pengeluaran

Modal awal yang harus dikeluarkan untuk sekali produksi sebesar Rp307.500,00.

Adapun perinciannya:

= bahan baku + perlengkapan lain + operasional

= Rp170.000,00 + Rp67.500,00 + Rp70.000,00

= Rp307.500,00

Dengan modal Rp307.500,00, ditargetkan dapat memproduksi mencapai 100 pcs atau lebih.

Menetapkan harga jual

Harga satuan produksi

= total pengeluaran : hasil produksi

= Rp307.500,00 : 100

= Rp3.075,00 / pcs

Harga jual

= harga satuan + laba yang diinginkan

= Rp3.075,00 + Rp1.425,00

= Rp4.500,00

Dengan demikian, harga jual per satuannya adalah Rp4.500,00.

Estimasi laba

Adapun perhitungan laba yang didapatkan dalam sekali produksi adalah sebagai berikut:

= (hasil produksi x harga jual) – modal awal

= (100 x Rp4.500,00) – Rp307.500,00

= Rp400.000,00 – Rp307.500,00

= Rp142.500,00

Jika dalam persentase, maka persentase laba yang didapatkan adalah:

= (laba : modal) x 100%

= (Rp142.500,00 : Rp307.500) x 100%

= 46,34%

By admin