Pemula Bisnis – Pemerintah dan para ahli di bidang investasi memberikan pandangan prospek ekonomi untuk tahun – tahun mendatang. Secara umum Indonesia dikatakan masih mampu bertahan menghadapi gempuran ekonomi di tengah tahun politik pada tahun ini.
| Investasi Terbaik |
Dalam sebuah diskusi yang antara lain dihadiri Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan Yohanes Santoso Wibowo, Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Moneter Fiskal dan Publik Kadin Raden Pardede, serta Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta W. Kamdani, disebutkan ada tiga disrupsi dalam kaitan dengan prospek ekonomi 2019.
Disrupsi itu berupa disrupsi teknologi, politik, dan ekonomi. Disrupsi sejatinya adalah gangguan. Tapi, di tangan kreatif, gangguan itu bisa diolah menjadi ladang nafkah.
Itulah yang diharapkan pemerintah dan banyak asosiasi pengusaha, termasuk investor. Sebab, dengan begitu roda ekonomi dapat berputar lancar dan iklim investasi serta usaha bisa terjaga.
Ihwal prospek investasi terbaik 2019, bisnis yang berkaitan dengan teknologi dianggap gurih untuk ditanami duit. Ini tak lepas dari kian berkembangnya teknologi, yang saat ini masuk di era Revolusi Industri 4.0.
Peluang investasi lain yang dinilai baik adalah saham di sektor badan usaha milik negara karya dan jasa, serta properti. Investasi reksadana juga diprediksi masih kinclong dengan segala dinamikanya.
Berikut 5 jenis investasi terbaik yang direkomendasikan oleh para ahli ekonomi di Indonesia:
1. Teknologi
Menurut Direktur Utama microsoft Indonesia Haris Izmee, teknologi kecerdasan buatan (artificial intellegence AI) menawarkan pertumbuhan, produktivitas, inovasi serta potensi untuk menjawa tantangan – tantangan sosial yang sangat penting di masa sekarang ini.
Investasi pada bidang teknologi pun dapat menjadi pilihan. Investasi di bidang ini bisa berupa saham atau suntikan langsung ke start up yang belum launching di bursa saham. Perusahaan besar yang mulai beralih ke sistem teknologi digital juga dipandang memiliki prospek cerah dalam mengarungi persaingan bisnis ke depan.
2. Saham
The Federal Reserve alias Bank Sentral Amerika Serikat diprediksi tak seagresif di tahun 2018. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika di tahun 2019 pun dipangkas dari 2,5% menjadi 2,3%.
Hal ini dinilai positif oleh kalangan investor dalam negeri karena iklim investasi di tanah air bisa terus menggeliat. Modal asing diperkirakan banyak yang masuk.
Survei Bloomberg pun memprediksi ekonomi di negara berkembang akan mengalami kebangkitan pada tahun 2019. Brasil dan Indonesia menjadi pemimpinnya.
Adapun sektor saham yang direkomendasikan untuk investasi 2019, antara lain emiten BUMN di sektor karya atau infrastruktur seperti Waskita dan Jasa Marga.
Meski terjadi disrupsi politik berupa Pemilihan Umum 2019, siapapun Presiden yang terpilih kelak diprediksi tidak akan menghentikan banyak proyek infrastruktur yang sednag berjalan. Pemerintah pun telah mematok anggaran sebesar Rp.400 trilliun untuk proyek infrastruktur.
Karena itu, emiten di sektor ini tetap menjadi pilihan bagus. Mengikuti tahun – tahun sebelumnya ketika proyek infrastruktur digalakkan.
3. Reksadana
Pasar reksadana saham pun dinilai mentereng dan kinclong sebagai ladang investasi di tahun 2019. Pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai para analis dan manajer investasi tumbuh signifikan di tahun depan.
Adapun pasar reksadana obligasi diprediksi memberikan imbal hasil lebih terbatas. Sebab, harga obligasi sudah terdongkrak naik dan diperkirakan berlanjut meski melambat pada tahun 2019.
Reksadana lain, seperti pasar uang dan campuran. Dinilai masih akan tumbuh meski ada peluang stagnan. Reksadana pendapatan tetap diprediksi tetap banyak diminati karena lebih kecil risikonya di tengah banyaknya disrupsi pada tahun 2019.
4. Properti
Meski harga properti kian menanjak, investasi di bidang ini tidak terlalu bergejolak. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual memprediksi ada stagnasi di sektor properti.
Tapi ada peluang besar buat sektor properti yang menyasar kalangan milenial. Menurut David, mereka yang baru bekerja atau memperoleh penghasilan akan menjadi target utama pengembang properti pada 2019.
Generasi ini adalah generasi yang dinilai sulit memiliki rumah sendiri karena harganya yang makin melambung. Karena itu, akan ada inovasi untuk membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan papan tersebut.
Backlog alias kebutuhan rumah yang belum dipenuhi secara nasional pun masih tergolong tinggi, mencapai 13 juta unit. Itu tandanya masih banyak yang belum memiliki rumah sendiri.
Peluang ini didukung relaksasi regulasi oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Aturan di bidang properti yang diringankan antara lain soal pajak dan uang muka. Hal ini diprediksi akan membuat investasi di sektor properti lebih bergelora.
5. Emas
Sebagai sarana investasi buat pemula, emas juga diprediksi menguat pada 2019. Penguatan itu seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan makin melebarnya defisit anggaran Amerika Serikat.
Ditambah perang dagang dengan Amerika yang kian sengit, perekonomian Negeri Abang Sam itu diperkirakan terguncang. Apalagi The Fed mengerem aksinya sehingga terjadi relaksasi.
Merryl Linch Bank of America memperkirakan emas mengalami tren bullish alias kenaikan hingga level US$ 1.350 per ons troi pada 2019. Menurut Kepala Riset Komoditas dan Derivatif Global Bank of America Francisco Blanch, reformasi pajak perusahaan yang memperburuk neraca fiskal Amerika turut berkontribusi dalam tren ini.
Tertarik Mencoba bisnis dari rumah
Investasi emas mudah dilakukan bahkan buat pelajar. Yang penting ada dana untuk pembelian dan disiplin memantau pergerakan harga emas untuk menuai untung maksimal. Kelima instrumen investasi di atas dinilai cocok dilakukan pada 2019 oleh para ahlinya. Analisis itu tentunya berdasarkan data ekonomi.
Bila kamu sudah terjun di dunia investasi, prediksi ini bisa dijadikan acuan. Tapi bukan berarti prediksi itu pasti benar.
Dunia investasi selalu dinamis dengan segala perkembangan dunia, terutama kebijakan ekonomi. Ada pengaruh dari dalam negeri, ada juga dari luar negeri.
Bila berniat menggeluti investasi, kamu mesti rajin-rajin memantau perkembangannya agar bisa menyesuaikan investasi mana yang akan kamu pilih. Yuk, tanam duit sekarang.